You are here

Bersiap untuk Google+ dan Bagaimana Memanfaatkannya?

Bersiap untuk Google+ dan Bagaimana Memanfaatkannya?

Dengan raihan 10 juta pengguna dan 20 juta pengunjung hanya dalam waktu 21 hari, Google+, platform social media baru besutan sang raksasa search engine, kita bisa membayangkan besarnya potensi yang dimilikinya. Para pemilik merk yang sudah mengidentifikasi dan kemudian memanfaatkan Facebook, YouTube, dan Twitter mulai mengambil ancang-ancang untuk mengambil manfaat sebesar-besarnya.

Sampai saat ini, Google+ sendiri memang belum mempunyai kesiapan untuk mengakomodasi pengguna komersial. Kabar burung memberitakan bahwa Google+ business pages akan segera tersedia, kendati untuk sementara mungkin hanya akan diberikan kepada beberapa ratus merk yang akan diundang untuk berpartisipasi pada masa pengujian awal, salah satu diantaranya Ford.

Tetapi hal ini tidak mengurungkan langkah perusahaan-perusahaan pemegang merk untuk segera menceburkan diri dengan mendaftarkan akun dengan mengunakan merk atau nama perusahaan sebagai nama. Sesuai janjinya, Google mulai menghapus akun-akun seperti ini mulai akhir minggu lalu. Meskipun demikian, seperti dikutip oleh ClickZ, mengantisipasi membludaknya peminat, Google berjanji akan memperkenalkan fasilitas untuk akun bisnis pada musim gugur mendatang.

Meskipun untuk sementara ini pebisnis yang ingin memanfaatkan Google+ harus menahan diri, sebaiknya kita mulai mempersiapkan strategi yang matang sehingga kita bisa mendapatkan manfaat sebesar-besarnya begitu Google+ membuka pintu untuk pengguna komersial. Salah satu yang perlu diingat disini adalah strategi yang biasa kita pakai dengan platform social media lain belum tentu efektif untuk Google+ karena pada dasarnya pemakai platform social media lain yang beralih ke Google+ melakukannya karena menginginkan pengalaman yang berbeda.

Kita perlu strategi yang tangguh untuk Google+. Meskipun fasiltas untuk itu belum mulai tersedia, sudah waktunya kita muai merancang pola pemasaran kita di Google+. Apa saja yang harus kita lakukan?

Brands need a concrete strategy for Google+. Though it?s early, it?s not too early to start mapping out a Google+ marketing roadmap.

1. Lakukan Community Research

Identifikasilah ?brand influencer? kampanye pemasaran kita pada platform social media yang sudah ada, kemudian lihatlah apakah mereka sudah menjadi pengguna aktif Google+. Hal ini penting karena sia-sia menginvestasikan uang dan waktu pada platform dimana kita belum memiliki ?brand influencer?. Sama saja seperti kita memasang baliho di pinggir jalan yang tidak pernah dilewati orang.

2. Jadilah Pengguna Aktif Google+

Mungkin ini sesuatu yang ironis, tapi nyata. Banyak eksekutif pemasaran yang menggawangi strategi pemasaran korporat dan berbicara dengan jargon-jargon papan atas seperti ?social ROI?, ?engagement strategy?, ?social sharing?, dan lain-lain ternyata tidak pernah terlibat dalam komunitas social media. Lalu bagaimana mereka memahami apa yang mereka bicarakan? Wallahu alam. Tapi yang jelas, di kepala saya, itu nggak masuk akal. Jadi, supaya anda mengenal medan dengan baik, terjunlah.

3. Buatlah Strategi Komunitas

Sebelum anda mulai menyasar para pengguna Google+ sebagai target kampanye pemasaran anda, susunlah strategi komunitas yang tepat. Rencana operasi anda setidaknya harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

Apa metode komunikasi yang paling potensial pada platform ini? Dalam bahasa platform social media yang sudah ada kita mungkin mengenal posts, promotions, paid ads, contests, updates, dll.
Apakah perbedaan yang paling esensial antara platform ini dengan platform-platform lain yang sudah ada sebelumnya seperti Facebook atau Twitter?

Siapa kelompok sasaran yang bisa anda tuju pada platform ini? Kenali mereka. Apakah mereka sama dengan para pemakai Facebook. Apakah mereka juga tetap aktif di Facebook? Apakah topik yang mereka bicarakan di platform ini berbeda dengan yang mereka bicarakan di Facebook?

4. Susunlah Parameter Keberhasilan

Identifikasi bagaimana anda dapat mengukur keberhasilan pada platform Google+, baik itu dalam hal pemasaran maupun ikatan antara perusahaan, merk, dan produk anda dengan kelompok sasaran. Buatlah daftar indikator apa saja yang bisa diukur, bagaimana cara mengukurnya, dan besaran dimana anda dapat mengukur apakah anda sukses atau gagal. Pada platform lama kita biasa bicara jumlah fans, click, like, comment, share, dll.

Memang belum ada kabar apakah Google+ akan menawarkan program paid ads. Tapi melihat apa yang ditawarkan Facebook dan bagaimana Google selama ini mengkapitalisasi layanan search engine miliknya, kemungkinan besar pada waktunya program ini akan muncul. Seperti AdWords, paid ads ini punya parameter-parameter keberhasilan yang berbeda pula.

5. Rencana Implementasi

Pada saat Google+ akhirnya membuka pintu untuk penggunaan komersial, dapat dipastikan bahwa pemakai akan dibanjiri konten yang dipompakan para pengguna komersial. Bersikaplah tenang dan hati-hati. Jangan bertindak berlebihan dengan memompakan konten sebanyak-banyaknya karena bagaimanapun ini tetap platform sosial. Salah-salah pengguna malah merasa terganggu dan akhirnya berbalik menjauh. Mulailah pelan-pelan. Pantau terus-menerus dan sesuaikan konten dengan reaksi yang anda lihat.

Manfaatkan platform social media yang sudah ada untuk memperkenalkan keberadaan anda di Google+.

Leave a Reply

Top