You are here

Menyoal Efektivitas Social Media Marketing

Menyoal Efektivitas Social Media Marketing

Banyak pemain bisnis online yang sudah terbiasa dengan Search Engine Optimization (SEO) dan Pay Per Click (PPC) memandang sebalah mata terhadap potensi social media yang akhir-akhir ini pertumbuhannya semakin pesat. Beberapa veteran SEO dan PPC yang kemudian mencoba pemanfaatan social media menyimpulkan bahwa manfaat dan efektivitas social media sebagai media pemasaran terlalu rendah sehingga mereka tidak lagi melanjutkannya secara serius.

Apakah benar social media marketing itu kurang efektif? Mari kita simak ilustrasi fiktif berikut ini.

Anda sedang merencanakan liburan ke Bali dan dari sebuah majalah anda membaca bahwa selain hotel anda bisa berlibur dengan menyewa sebuah villa pribadi. Tidak seperti hotel, villa pribadi ini pada dasarnya rumah orang. Tentu saja masing-masing orang punya gaya, selera, dan cara sendiri memelihara rumahnya.

Meskipun orang yang sanggup memiliki villa di Bali pastinya orang kaya, belum tentu selera mereka cocok dengan selera anda. Apalagi anda membayangkan bahwa kebanyakan pemilik villa di Bali tentu bule. Sementara kalau hotel, lebih mudah kita menilai, terutama untuk hotel-hotel yang merupakan bagian dari jaringan internasional papan atas. Menginap di Hyatt misalnya, dimanapun lokasi hotelnya anda bisa menebak seperti apa standarnya.

Anda membuka Google dan mengetikkan kata kunci Bali villas. Anda mendapati jutaan hasil. Di halaman pertama saja ada 10 pilihan di hasil pencarian organik, ada 5 pilihan di pencarian lokasi, dan ada 5 pilihan di hasil pencarian berbayar.

Mana yang hendak anda pilih? Akhirnya anda mempersempit pencarian, anda hanya memerlukan 2 kamar dan anda ingin berada di kawasan Seminyak. Anda kembali mengulang pencarian dengan kata kunci Seminyak 2 bedroom villas.

Hasilnya lebih terfokus hanya pada villa-villa yang sesuai dengan kebutuhan anda, memiliki 2 kamar dan berlokasi di kawasan Seminyak, dan alih-alih jutaan, sekarang hanya ada beberapa puluh ribu hasil saja.

Tentu anda masih bingung untuk memilih karena semua kelihatan mirip-mirip dan harganya juga tidak terlalu jauh berbeda. Jadi villa mana yang akan anda pilih?

Kemudian anda berpindah ke social media, Facebook, dan anda melakukan pencarian yang sama, Seminyak 2 bedroom villas.

Seperti pada saat melakukan pencarian di Google, anda mendapatkan ribuan hasil. Tetapi setelah anda perhatikan baik-baik, ada 2 teman anda ?Like? Villa Rumi. Anda juga melihat bahwa 4 orang teman lain ?Like? Villa Pippa, dan satu diantara keempat teman Facebook anda yang ?Like? Villa Pippa ternyata adalah salah satu kerabat anda.

Sekarang apakah anda masih bingung akan memilih villa yang mana? Tentu lebih mudah bagi anda untuk menentukan pilihan sekarang. ?Like? di social media kurang lebih berfungsi seperti layaknya rekomendasi di dunia nyata. Jika ada ribuan produk dan anda tidak tahu mana yang akan anda pilih, anda akan minta rekomendasi teman yang sudah pernah memakai. Dalam social media, anda bahkan tidak perlu bertanya lagi.

Akhirnya anda memilih untuk memesan Villa Pippa. Apakah yang diperoleh Villa Pippa itu hanya merupakan keberuntungan semata? Tentu saja tidak. Villa Pippa menciptakan dan menjaga hubungan dengan pelanggan-pelanggannya melalui social media.

Masih meragukan pentingnya social media marketing?

Leave a Reply

Top