You are here

Menyusun Strategi Social Media yang Efektif

Menyusun Strategi Social Media yang Efektif

Sebuah laporan riset yang dirilis pugago.com menunjukkan bahwa pada tahun 2010, 67% pemasar merencanakan untuk meningkatkan pemanfaatan social media termasuk blog, Twitter, dan Facebook. Meskipun anda mungkin bukan merupakan salah satu responded riset itu, saya yakin anda berada pada kelompok yang 67%.

Tetapi untuk mengintegrasikan social media ke dalam rencana pemasaran dan komunikasi yang menyeluruh, diperlukan strategi yang tepat. Jika tidak, bisa jadi ranah social media justru menenggelamkan kita.

Jadi bagaimana kita meyusun strategi ini? Salah satu hal yang penting anda sadari sebelum mulai melangkah adalah bahwa sasaran utama keterlibatan kita dalam social media BUKAN MENJUAL. Jika anda menceburkan diri ke kolam social media hanya karena orang lain juga melakukannya, atau alih-alih menjalin hubungan anda ingin berjualan disana, sebaiknya lupakan saja.

1. Tentukan Sasaran

Pemanfaatan social media yang efektif membutuhkan kolaborasi yang didalamnya terdapat pembagian yang jelas. Medelegasikan hanya pada departemen tertentu ? pemasaran, PR, komunikasi, dll. ? bukan pendekatan yang tepat. Hal yang lebih menting adalah memahami sasaraan dan bagaimana sasaran tersebut terintegrasi ke dalam sasaran perusahaan secara keseluruhan.

2. Riset Terus Menerus

Sebelum anda menceburkan diri, mulailah dengan mengenal secara bertahap sehingga anda tahu persis apa yang bisa anda harapkan dari keterlibatan anda di komunitas social media. Ada dua hal yang harus anda lakukan disini, yaitu:

(a) Pilihlah website social media yang anda yakini bisa menjembatani hubungan anda dengan kelompok sasaran. Biasanya di urutan atas daftar anda akan terdapat Twitter, Facebook, LinkedIn, sejumlah blog, forum, baru disusul oleh yang lain.

(b) Lakukan riset lebih mendalam di masing-masing website dalam list yang anda buat tadi untuk memastikan relevansinya. Coba lakukan pencarian untuk merk dan produk anda, merk dan produk pesaing, dan keyword sasaran. Pantau lalu-lintas komunikasi yang terjadi di sekitar merk, produk, dan keyword anda sehingga anda bisa menentukan sekaligus memahami perilaku kelompok sasaran anda.

3. Buat Daftar Kontak dan Konten

Jika kita menjalankan keterlibatan kita di komunitas social media dengan tepat, jaringan akan tumbuh secara alami dengan sendirinya. Mulailah membangun jaringan dengan melibatkan diri di dalam percakapan yang relevan dan anda fahami.

Anda bisa melakukannya misalnya dengan mengikuti blog-blog yang relevan dengan bidang anda atau mengidentifikasi kemudian melibatkan diri dalam percakapan yang melibatkan orang-orang yang berpengaruh serta relevan dengan bidang anda.

4. Bangun Jaringan dengan Melibatkan Diri Dalam Percakapan

Setelah anda merasa cukup dengan riset dan pemantauan yang anda lakukan, mulailah melibatkan diri dalam percakapan dengan memberi komentar di blog dan forum, memberi jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan di Yahoo! atau LinkedIn, melibatkan diri dalam kelompok diskusi yang relevan, melibatkan diri dalam percakapan Twitter, dll.

Mulailah membangun jaringan dengan mengikuti atau berteman dengan tokoh-tokoh yang berpengaruh di bidang anda. Jangan terpaku dengan orang-orang yang memiliki ribuan follower. Banyak orang yang sangat berpengaruh tetapi jumlah followernya tidak terlalu banyak.

5. Perkuat Terus Jaringan Anda

Jangan bersembunyi di balik avatar, muncul dan berkomunikasilah sebagai sosok yang nyata. Selain interaksi yang intensif di dunia maya, libatkan diri anda di dalam forum-forum dan event-event nyata. Selain membantu anda menambah wawasan, bertemu secara fisik akan memperkuat hubungan anda dengan orang-orang yang mungkin tadinya hanya anda temui melalui social medial.

6. Ukur Pencapaian Anda

Seperti hal-hal lain dalam bisnis, anda juga harus memantau pencapaian anda, mengukur keberjasilan anda. Kemudian korelasikanlah pencapaian tersebut dengan sasaran yang anda buat di awal.

Beberapa yang biasa dijadikan ukuran adalah:

(a) Peningkatan pengenalan merk di dunia social media. Beberapa parameter yang bisa dijadikan ukuran diantaranya follower Twitter, like di Facebook, komentar, berapa serin kita disebut di dalam percakapan, dan sebagainya.

(b) Peningkatan sentimen positif. Disini kita perlu mencatat penyebutan merk atau produk kita dengan konotasi yang negtif maupun positif. Berfikir dan bertindaklah bijak. Seperti di dunia nyata, di ranah social media kita juga mendapati kejadian-kejadian dimana sesuatu yang positif justru disikapi orang negatif.

(c) Peningkatan dari hubungan sosial menjadi hubungan bisnis. Pantaulah orang-orang yang terhubung dengan anda. Selalu perhatikan kemungkinan menjalin hubungan bisnis yang saling menguntungkan jika ada kesempatan.

(d) Peningkatan traffic ke website. Seiring meningkatnya kredibilitas anda, merk dan produk, serta perusahaan anda di dunia social media, website anda akan mendapatkan peningkatan kunjungan oleh pengunjung-pengunjung yang datang melalui website social media.

7. Analisa, adaptasi, sempurnakan.

Keterlibatan kita di ranah social media bukan sesuatu yang kita lakukan jangka pendek. Karena itu, seperti bisnis yang memiliki iterasi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, disini juga kita juga harus melakukan hal yang sama, menganalisa kampanye social media yang sudah kita lakukan, mengadaptasi temuan-temuan positif ke dalam proses, serta menggunakannya untuk terus melakukan penyempurnaan.

Eksperimen dan pengujian terus menerus akan semakin menyempurnakan langkah kita dalam kampanye social media yang kita lakukan. Semakin jauh anda terlibat anda semakin terbiasa, semakin mengenal, dan semakin memahami apa seharusnya anda lakukan dan yang tidak.

Leave a Reply

Top